Penganut Tarekat dari Sinegal di Masjid Haram

Bagikan :

Imam Ghozali, Dosen STAIN Bengkalis

Hari minggu sore (11 Desember 2022) setelah Sholat Ashar, saya mengelilingi Ka’bah. Ini bukan thawaf, tapi belajar merenung diri dan silaturahim dengan para kekasih Allah dari berbagai belahan Dunia. mereka mempunyai amalan yang beragam untuk merayu Tuhan dan berharap menjadi kekasih-Nya dengan jalan yang berbeda. Salah satu yang bisa saya ceritakan yaitu seorang penganut Tarekat yang bernama Muhammad Fadil dari Senegal, Afrika Barat.

Saya sebenarnya sudah mulai mema’lumi keberagaman manusia dengan beragam warna kulit, cara berpakaian dengan kultur dan corak beragam di dekat Ka’bah. Hal sama ditemukan di Masjid Nabawi. Namun Muhammad Fadil ini menjadi perthatian khusus di hati. Saya melihat dari nya sangat khusu’ membaca suatu amalan tertentu. Saya mendekati dan duduk di sampingnya. Dia tidak memperthatikanku. Dia sangat khusu’ bercengkrama dengan Tuhannya melalui amalan-amalanya. Setelah selesai membaca aurad nya, saya meminta kepada nya untuk memberi keberkahan doa kepada ku dengan menggunakan bahasa Arab. Namun dia meminta berbicara dengan bahasa Inggris. Setelah saya menggunakan bahasa Inggris dan dia memahami maksudhnya, dia tidak mau mendoakan ku. Malah dia yang meminta doa kepadaku. Walaupun setengah dipaksa, dia tidak mau. Dia tetap meminta saya untuk berdoa. Saya pun membaca doa pendek ala kadarnya, doa sapu jagat. Kelihatanya dia sangat senang sekali atas doa yang kupanjatkan kepadanya. Orang laki-laki tua sebelahnya mungkin berasal dari Usbeskitan pun ikut menengadahkan kedua tanganya dan mengaminkan doa. Saya pun tidak tahu apakah mereka mengetahui apa yang saya baca, namun positif tinking nya begitu tinggi. Kedua orang ini percaya sekali bahwa apa yang kupanjatkan doa adalah sesuatu yang baik. Mereka pun dengan bahagia mengamininya.

Selesai berdoa, saya ngobrol dengan bahasa Inggris minimalis. Saya mencoba mengorek lebih dalam tentang apa yang dibaca, dia pun menjawab tentang aurad atau amalan yang baru saja dikhatamkan adalah amalan Tarekat Al-Muridiyyah. Menurutnya, di Sinegal ada tiga besar tarekat; Al-Muridiyyah, Khadiriyah, dan Tijaniyah. Namun Al-Muridiyyah mayoritas di negeri tersebut.

Pendiri Tarekat Al-Muridiyyah adalah Syeikh Amadou Bamba. Salah satu ajarannya yaitu melakukan jihad akbar, yaitu suatu proses pembelajaran dan rasa takut kepada Tuhanya, dengan tidak lupa bekerja keras memperbaiki ekonominya. Itu sebabnya, ketika Perancis menjajah Sinegal dan berusaha menundukan penganut Tarekat Al-Muridyah, Perancis gagal. Pengetahuan agama Syeik Bamba, integritas, dan kesalehan yang rendah hati dikombinasikan dengan kemampuan berorganisasi mampu menciptakan tatanan kehidupan kaum muslimin Sinegal dari segi ibadah dan ekonomi. Akibatnya, penjajahan dan penindasan oleh bangsa Perancis kurang memberi efek bagi masyarakat sinegal.

Saya pun menceritakan tentang kehidupan tarekat di Indonesia. Ketika menceritakan tentang keberagaman amalan tarekat dan jumlah nya sekitar 45 Tarekat yang mu’tabar, dia sangat kaget. Dengan sikap pancaran wajah yang rendah hati, Muhammad Fadil ini menyebutkan bahwa Indonesia memang sangat luarbiasa kehidupan tarekat sebagai jalan merambah menuju Tuhan. Sebagai seorang pengamal Tarekat Al-Muridiyyah memang dia benar-benar menempatkan diri sebagai status seorang murid yang dalam bahasa Wolof “taalibe” dengan setia mengikut amalan guru nya yang sering disebut njebbel. Saya kira, salah satu ciri khas dari ajaran tarekat memang begitu, yaitu ketaatan kepada para pembimbing spiritual dengan jalan yang berbeda-beda.

Ketika dia bertanya kepadaku apakah sudah mengamalkan Tarekat, saya menjawab belum. Namun saya menjelaskan bahwa ayah saya dan saudara-saudara saya adalah penganut Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah. Dia pun tersebut dengan penuh ketulusan batin. Dia benar-benar penganut tarekat sejati. Di balik kulitnya yang hitam, Pancaran wajah nya terlihat bersih, dan ketenangan hati nya menghiasi seluruh tubuhnya. Dan saya kira ini adalah cita-cita nya agar lebih dekat dan dicintai oleh Tuhanya dengan cara membersihkan hati dari kotoran debu-debu dosa.


Bagikan :

Vijian Faiz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Tangisan Anak Kecil di Masjid Haram

Mon Dec 12 , 2022
Bagikan :Imam Ghozali, Dosen STAIN Bengkalis Saya sudah biasa mendengar tangisan anak kecil di berbagai tempat, entah itu berada di Sekolah, Masjid, Mushola, dan fasilitas-fasilitas lainya. Kesan nya biasa saja. Mungkin karena minta mainan tidak dituruti oleh orang tuanya, sakit, atau orang tua nya pergi dan anaknya ikut tapi dilarang […]

Baca Juga