Mimpi Terbukti di Muktamar NU ke-34?

Bagikan :

Tulisan ini sebenarnya hanya ingin membuktikan firman Allah tentang mimpi yang pernah dialami oleh nabi Ibrahim dan nabi Yusuf. Jika nabi Ibrahim diberi oleh Allah kemampuan memahami mimpi secara langsung seperti mimpi membunuh nabi Ismail, sedangkan nabi Yusuf melalui simbol-simbol berupa Bulan, Matahari, dan bintang-bintang. Lalu simbol tersebut oleh Ya’qub ayahnya untuk menutupi dan jangan diceritakan kepada orang lain terutama kepada saudara-saudaranya.

Berkaitan dengan mimpi muktamar NU ke-34, saya telah bercerita kepada tiga orang yaitu: Pertama, saya cerita kepada kyai Sofwan ketika minum bandrek di kafe Tintis, yang ikut waktu itu mas Ubed Hakim Pengadilan Agama, mas Sulman Kakemenag dan mas Chanifuddin calon doctor dalam bidang pendidikan Islam. Waktu itu kyai Sofwan bercerita tentang keinginannya kyai Marzuki Mustamar ingin mancing. Saya pun mengomentari, bahwa saya sudah bermimpi tentang hal tersebut. bahkan ketika pergi ke pinggir laut, dalam mimpi yang mengantar itu saya, namun kyai Mustamar jatuh dan kepleset ke laut.

Kyai Sofwan pun bertanya tentang maksud mimpiku tadi. Saya pun menjawab sambil tertawa-tawa, bahwa mimpi ini berkaitan dengan Muktamar ke-34 di Lampung. Kyai Marzuki ada keinginan maju jadi ketua PBNU, tapi tidak mendapatkan dukungan [ kepleset]. Jadi suara ramai mendukung setelah dibuktikan, ternyata suara itu tidak ada. Diluar ekspetasi.

Kedua, saya bermimpi lagi dan saya ceritakan kepada  mbah kyai Mahali secara japri. Kepada kyai muda magister alumnus Pakistan ini saya menceritakan bahwa saya bertemu kyai Said di rumahnya dalam keadaan tegang. Ketika saya memberi salam kepadanya, kyai Said pun langsung titip salam untuk kyai Mahali. Katanya, jika nanti terpilih kyai Said akan memberikan kenang-kenangan kepada kyai Mahali sebuah jabatan kepengurusan PBNU atau lainya.

Namun sebagian mimpi tidak saya sampaikan kepada kyai Mahali. Separo saya ceritakan kepada mas Chanifuddin intelektual muda NU yang sangat enerjik. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya bermimpi ketemu tiga kyai [ dalam tulisan yang lalu sudah saya tulis sedikit tentang memahami mimpi muktamar NU ke-34], yaitu: Kyai Said, Kyai Yahya, Dan Kyai Marzuki. Saya melihat dari ketiga kyai tersebut, kyai Yahya paling fress dan tersenyum kepadaku.  Wajahnya kyai Yahya pun sama ketika bermimpi ketemu kyai Miftachul Ahyar menjelang muhtamar, yaitu wajahnya bersih tersenyum dan memakai baju putih.

Hari ini terbukti, bahwa mimpi saya tentang kyai Marzuki Mustamar tidak terpilih sebagaimana secara langsung saya sampaikan kepada Kyai Sofwan. Dan mimpi kedua tentang mimpi ketemu kyai Said dan kyai Yahya tidak langsung saya jawab. Saya suruh kyai mahali untuk mengartikan mimpi tersebut, apakah kyai Said yang jadi ketua PBNU atau kyai Yahya. Namun kyai Mahali menjawabnya dengan sangat bijak : wallahu a’lam [ semua Allah yang tahu tentang persoalan ini].

Memang ada simbol mimpi yang belum terungkap: pertama saya mendapat titip salam dari kyai Said [ dalam mimpi ] untuk kyai Mahali kalau kyai Said jadi maka akan mendapatkan posisi di PBNU. Jika benar, maka kyai Mahali akan mendapatkan jabatan tertentu apakah di PBNU atau lainya [ kyai mahali yang bisa jawab, dan wallahu a’lam]. Kedua, misteri tersenyumnya kyai Yahya Staquf dan wajahnya terlihat bersinar dan bersih, apakah menggambarkan suasana kebahagiaan menang atau kalah dengan penuh keikhlasan. Keduanya bisa saja terjadi. Namun, sebagaimana saya katakana kepada mas Chanif, bahwa berdasarkan hitung-hitungan politik spritiual dari simbol mimpi tadi, kyai yahya yang menjadi ketua PBNU.

Apakah benar atau tidak, semua tetap kembali kepada Allah s.w.t. apalagi ini hanya sebuah mimpi saya yang terlalu banyak dosa. Ya…paling-paling hanya “Bunga Tidur” akibat menumpuknya pekerjaan, bisa jadi karena stress menghadapi cecaran pertanyaan dari Irjen [inspektorat] RI, atau juga karena kepikiran terlalu lama tidak berjumpa istri dan anak-anaknya. Ah, sudahlah. Ini hanya mimpi. Namun simbol-simbol mimpi itu nampaknya semakin terlihat menjadi sebuah realita.

Ya Allah, ampuni hamba-Mu ini yang terlalu banyak dosa, dan lemahnya semangat beribadah kepada-MU.


Bagikan :

Vijian Faiz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Etika Politik Kyai NU

Wed Dec 29 , 2021
Bagikan :moreDalam sebuah wawancara  Kick Andy Metro Tv, Gus Dur mengatakan bahwa di dunia ini yang menjadi musuhnya Cuma satu, yaitu soeharto. Namun setiap hari lebaran, Gus Dur datang ke rumahnya. Ketika kick Andy bertanya tentang alasanya melakukan hal ini, gus dur menjawab dengan tersenyum dan mantap : “artinya saya […]