Mengenal Syi’ah-Bagian 3

Bagikan :

Setelah mengenal latarbelakang lahirnya Syiah dan definisi nya pada bagian pertama dan kedua, pada bagian ketiga akan membahas tentang aliran-aliran Syi’ah yaitu:

Pertama, Syi’ah Imamiyah. Menurut Abu Hasan al-Asy’ari bahwa Syi’ah Imamiyah adalah kelompok atau golongan yang mendukung dan mengikuti Ali bin Abi Thalib, sekaligus mendahulukan dan lebih mengutamakan Ali daripada para sahabat yang lain, seperti Abu Bakar, Umar dan Utsman. Kelompok ini pecah menjadi 38 kelompok. salah satu sekte terbesar dari syi’ah Imamiyah adalah sekte itsna ‘Asyariyyah ini merupakan sekte terbesar syi’ah dewasa ini. Sekte ini menyakini bahwa Nabi Muhammad s.a.w telah menetapakan dua belas imam sebagai penerus risalahnya. diantara nama-nama imam nya yaitu: 1) al-Murtadha[Ali], 2) al-Mujtaba [al-Hasan], 3) asy-Syahid [al-Husain], 4) al-Sajjad [Zainal Abidin], 5) al-Baqir, 6) ash-Shadiq, 7) al-Kazhim, 8) ar-Ridha, 9) at-Taqi, 10) an-Naqi, 11) az-Zaki, dan 12) al-Hujjah al-Qaim al-Muntadhar.

Kedua, syi’ah Zaidiyah muncul sepeninggal Ali Zain al-Abidin, imam keempat dalam syi’ah Imamiyah. Nama kelompok ini diambil dari nama pemimpinnya, yaitu Zaid bin Ali Zain al-Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib. Syi’ah Zaidiyah muncul pada tahun 94 H ketika Ali Zain al-Abidin wafat. Saat itu kelompok syi’ah terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok pengikut Zain bin Ali dan kelompok pengikut Muhammad al-Baqir bin Ali, saudara Zain bin Ali sendiri. Kelompok ini berbeda dengan sekte syi’ah lain yang mengakui Muhammad al-Baqir, putra Zainal yang lain, sebagai imam kelima. Dari nama Zain bin Ali inilah, Zaidiyah diambil. Syi’ah Zaidiyah meupakan syi’ah yang moderat. Abu Zahrah menyatakan bahwa kelompok ini merupakan sekte yang paling dekat dengan sunni. namun dalam berkembangan berikutnya, aliran zaidiyah melemah akibat serangan dari sekte-sekte syiah lainya. sehingga ajaran moderatnya pun menjadi hilang. akhirnya kemasukan pemikiran yang ektrem seperti menolak dan menentang kekhilafah atau keimanan Abu Bakar dan Umar. Inilah bukti kematian aliran ini sebagai aliran yang moderat pada generasi pertama.

Ketiga, syi’ah Ismailiyah merupakan madzhab kedua terbesar dalam sekte syi’ah, setelah madzhab dua belas imam [itna ‘Asyariyah]. Sebutan Ismailiyah diperoleh pada pengikut madzhab ini karena penerimaan mereka ke atas keimanan Isma’il bin Ja’far sebagai pewaris dari Ja’far ash-Shadiq. Mazhab Ismailiyah ini menerima keenam imam syi’ah terdahulu. terbentuknya sekte ini lebih dikarenakan perbedaan penetapan penerus Imam Ja’far Shadiq. pada tahun 148 H/765 M, di kota Kufah sebagian orang syi’ah memisahkan dirinya. Pemisahan ini terkait erat dengan perjuangan melawan dinasti Abbasiyah. Adapun ide dibalik perjuangan tersebut adalah keyakinan bahwa pemerintahan yang berdasarkan keadilan hanya dapat dibenarkan bila dilakukan di belakang kepemimpinan Ismail bin Ja’far.


Bagikan :

Vijian Faiz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Mengenal Syi'ah-Bagian 4

Thu Nov 11 , 2021
Bagikan :moreDi antara kepercayaan-kepercayaan yang diselundupkan yang menjadi kepercayaan kaum syiah ialah kepentingan tentang reinkarnasi, kembali hidup di dunia ini sesudah mati. Sejak dari bapak-bapak mereka yang pertama menyakini kepercayaan ini. Menurut sekte Syi’ah, setiap Imam mereka sejak dari Ali sampai kepada Ibnul Hasan Al-Askary ( yang dianggap oleh mereka […]