Mengenal Syiah-Bagian 1

Bagikan :

Syi’ah lahir karena ada rasa cinta mendalam terhadap Ali bin Abi Thalib sebagai ekspresi kecintaan terhadap keluarga Nabi Muhammad s.a.w. Hal ini karena sahabat Ali bin Abi Thalib menikah dengan putri nabi yang bernama Fatimah, seorang putri yang sangat dicintai oleh-nya. Karena kedalaman cinta kepada Fatimah, Ali bin Abi Thalib tidak boleh menyakiti hatinya, termasuk tidak boleh memadu [ menikah lagi ] dengan perempuan lain. Ekspresi cinta kepada Ali bin Abi thalib diwujudkan dengan mematuhi perintahnya untuk menerima tawaran Muawiyah perang dalam perang Siffin sebagai bentuk cinta Ali terhadap persatuan umat Islam. Dari pengertian ini sebenarnya tidak ada persoalan dari pengertian makna syiah tadi, yaitu secara bahasa mempunyai arti pengikut, pendukung Ali bin Abi Thalib.

Dalam perkembangan selanjutnya, pengertian syiah bergeser kepada persoalan politik kekuasaan yang kemudian hari melahirkan konsep pemikiran politik syiah, kemudian terus merembet kepada akidah dan fiqh ibadah serta muamalah. pergeseran ini berangkat dari fakta sejarah, bahwa ketika Ali bin Abi Thalib menyambut perdamain dengan Muawiyah sebagai wujud persatuan umat Islam dalam satu kekuasaan politik, justru digunakan oleh muawiyah untuk melakukan strategi politik : menurunkan Ali dari kekuasaan khalifah ke-empat. perbuatan politik Muawiyah dianggap oleh pendukung Ali bin Abi Thalib sebagai tindakan makar dan tidak mempunyai balas budi. lebih menyakitkan lagi, ketika Ali bin Abi Thalib dibunuh oleh kelompok khawarij, pendukung Ali bin Abi Thalib semakin tidak terkendali kemarahannya. namun kekuatan tidak ada lagi. Anak nya sayidina Hasan pun kurang berminat untuk menjadi Khalifah. Sebagaimana ayahnya, Hasan pun rela melepaskan kekuasaan demi mengakhiri pertumpahan darah di tubuh umat Islam.

Namun kejahatan keluarga muawiyah terhadap keluarga Ali bin Abi Thalib dan pengikutnya tidak berhenti. mereka terus melakukan intimidasi dan penganiayaan bahkan juga pada pembunuhan. peristiwa yang sangat mengerikan yaitu peristiwa terbunuhnya sayidina Husen di padang karbala dengan cara yang sangat sadis. saat di padang Karbala, Husen beserta rombongan berjumlah 72 orang. semua dibunuh oleh pasukan berjumlah sekitar 3000 orang. kepala husen dipenggal dan dijadikan mainan oleh pasukan Yazid [ anak Muawiyah ].

Peristiwa ini sangat menyakitkan hati yang mendalam terhadap pengikut Ali bin Abi Thalib. salah satunya yaitu Abdullah bin Saba. Namun para ahli sejarah sebagaimana ditulis oleh al-Kasyiy, bahwa Abdullah bin Saba adalah seorang Yahudi yang pura-pura masuk Islam. namun peran beliau membangun kedengkian dan permusuhan terhadap sesama muslim mampu membangun presepsi negatif pengikut ali bin abi thalib terhadap para sahabat nabi lainya, sehingga mereka pun saling membenci terhadap sesama sahabat nabi. bahkan ahli sejarah baik syiah maupun ahlu sunnah mengatakan bahwa Abdullah bin Saba adalah sumber bencana umat Islam yang menjadikan pengikut ali bin Abi Thalib menjadi tersesat cara berfikir secara akidah dan ibadah.dia dan para pengikutnya terus melakukan fitnah di berbagai wilayah seperti Madinah, Mesir, lalu ke Basrah, dan terus menerus menyebarkan fitnah tersebut ke seluruh penjuru negara Islam waktu itu. Paham kesesatan pemikiran syiah pun masih berkembang sampai saat sekarang ini. insya Allah, dalam tulisan selanjutnya akan dibahas sisi-sisi dari Syiah dan pemikirannya.


Bagikan :

Vijian Faiz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Mengenal Syi'ah-Bag 2

Wed Nov 10 , 2021
Bagikan :moreAyat-ayat al-Qur’an yang menggunakan kata “Syi’ah dalam berbagai bentuk derivasi yang berarti golongan atau kelompok yang mempunyai empat makna. Pertama, kata Syiah bermakna golongan, kelompok seperti dalam Q.S. al-An’am [6]: 159 sebagai berikut: “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung […]