Isyarat Sains dalam Al-Qur’an dan Pendidikan Multikultural perspektif Al-Qur’an

Bagikan :

Oleh :

Amin Syahputra

  1. Latar Belakang

Ketika membaca sejumlah buku yang bertemakan sekitar Alquran dan sains, saya merasa telah digiring ke dalam sebuah dunia penafsiran yang asing tetapi akrab. Sepintas, ungkapan ini terkesan paradoks, tetapi sebenarnya tidak demikian adanya. Asing, karena literatur tafsir yang menjadi bacaan orang-orang yang mengikut ortodoksi Islam seperti yang selalu menekankan pada riwayat dan literatur klasik dalam memahami Alquran. Bahkan, terkadang hampir tidak bisa memisahkan antara kesakralan Alquran dan penafsirannya kecuali hanya pada pengakuan verbal belaka. Akrab, karena bukti-bukti yang dikemukakan penafsiran sains terhadap Kitab Suci ini tidak terbantahkan oleh logika dan sanad-sanad yang teronggok di dalam memori periwayatan. Sebab, fakta kebenaran penafsiran ini ada di hadapan mata dan dalam keseharian siapapun..

  • Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka diperoleh rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apa saja Isyarat Sains dalam Al-qur’an ?
  2. Apa saja Bidang Ilmu Sains Dalam Al-qur’an ?
  3. Apa Pendidikan Multikultural Dalam Persektif Al-Qur’an..?
  • Tujuan Pembahasan Masalah
  • Mengetahui Isyarat Sains Dalam Al- qur’an.
  • Mengetahui Bidang ilmu sains dalam al-qur’an.
  • Mengetahui Pendidikan Multikultural Dalam Perspektf Al-Quran.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. ALQURAN DAN SAINS SEBAGAI AYAT-AYAT ALLAH

            Alquran Ayat Qauliyah dan Sains Ayat Kauniyah Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya bahwa Alquran adalah kalam Allah. Ia terdiri dari 6660 ayat yang tersebar di dalam 114 surah dan 30 juzuk. Seluruh ayat-ayat ini merupakan hidayah bagi manusia untuk menuju kebahagiaan dunia akhirat. Sebagai hidayah bagi kehidupan manusia, maka Alquran tentunya tidak hanya menunjuki pada aspek ketuhanan (spritual) semata tetapi juga mencakup aspek temporal (duniawi) manusia; tidak hanya menyangkut masalah batin tetapi juga mencakup masalah lahir; tidak hanya mencakup masalah [1]pribadi tetapi juga masalah sosial, tidak hanya masalah gaib tetapi juga masalah saintifik. Sains dan teknologi merupakan bagian dari kebutuhan manusiayang banyak berperandidalammengantarkan kebahagiaan hidup manusia- seyogianya juga mendapat cercahan cahaya dari kalam Allah.

Oleh sebab itu, umumnya kaum muslim berpendapat bahwa Alqurantidak bertentangan dengan penemuan sains, bahkan ia memberikan isyarat agar manusia mengembangkannya seiring dengan ajakan Alquran untuk terus memikirkan ayat-ayat Allah. Ayat yang pertama kali diturunkan                  (al-‘Alaq: 1-5) mengandung perintah untuk mempelajari ilmu pengetahuan yang diisyaratkan dengan membaca dan menulis. Membaca berarti melakukan telaahan dan penelitian,sementaramenulisadalah mendokumentasikan hasil dari telaahan dan penelitian tersebut. Allah berfirman: Artinya: “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu, Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan Tuhanmulah yang paling pemurah. Yang telah mengajari manusia dengan perantaraan kalam. Dia telah mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (Al-Alaq 1-5).

Rangkaian ayat ini mengiringkan keharusan manusia membaca atas nama Tuhan yang menciptakan. Itu artinya bahwa yang pertama kali diperintahkan Tuhan adalah meyakini Allah dan membuktikannya dengan ayat-ayat kauniyah-Nya; yang diawali dari penciptaan manusia itu sendiri sebagai khalifah di bumi. Dari ayat di atas ditemukan juga bahwa sains harus didokumentasikan karena Tuhan mengajarkan manusia untuk menulis (al- qalam). Sains adalah ibarat binatang buruan, dan tulisan sebagai tali pengikat. Oleh karena itu berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi harus ditulis dan disusun, baik dalam bentuk buku maupun dengan menggunakan media lainnya agar tidak mudah hilang dan dapat dipelajari olehmanusia dari generasi selanjutnya. Ayatlainyangmendorong dilakukannya pembelajaran adalah firman Allah pada surah Az-Zumar: 9: Artinya: “Katakanlah” Apakah sama orang- orang yang mengetahui dengan orang- orangyangtidakmengetahui” sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Az-Zumar: 9).

Alquran juga memotivasi manusia untuk menguasai dan mengembangkan teknologi, baik teknologi transportasi, pertanian, peternakan, kedokteran, maupun teknologi yang lain yang bermanfaat untuk manusia.LihatlahmisalnyaAlquran mempersilahkan manusia untuk menjelajah, melintas, dan menembus penjuru langit dan bumi sebagai antariksawan. Misalnya, firman Allah pada surah ar-Rahman ayat 33:

Artinya: “Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintas) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan (teknologi).” (Ar-Rahman: 33).

Sedangkan dorongan Alquran untuk mengembangkan penelitian antara lain dapat dilihat di dalam isyarat firman Allah di bawah ini: Artinya: “Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang kejadian diri mereka?” (Ar-Rum: 8). Artinya: “Dan di bumi ini terdapat tandatanda (ayat-ayat) kekuasaan Allah bagi orang-orang yang yakin. Dan juga pada diri kamu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? (Az-Zariyat: 20-22).

Kata “afala tubshirun” (apakah kamu tidak memperhatikan?) di dalam Alquran diulang-ulangsampai lima kali. Ini menunjukkan betapa pentingnya penelitian, sedangkan isyarat “unzhur” disebut sebanyak 26 kali, “unzhuru” sebanyak 9 kali. Ayat-ayatqauliyahdiatas mengisyaratkan bahwa manusia harus mempergunakan akal dan kemampuannya untuk mengembangkan ilmu dan teknologi. Bahkan Allah mengatakan, ciptaan-ciptan- Nya itu adalah sebagai ayat-ayatnya juga yang diistilahkan dengan ayat kauniyah.

  • Bidang Ilmu

1. Astronomi

a). Penciptaan alam se-mesta dari sesuatu yang padu lalu terjadi pemisahan sekunderyangmenimbulkan terbentuknya galaksi. (teori Big Bang) Al-Anbiya`, 30: Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

b). Sebelum terjadinya galaksi-galaksi zat langit pada awalnya berwujud gas (asap). Fushilat, 11: Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati.”

c). Bentuk bumi tidak datar telah dibuktikan pada awalnya oleh Sir Francis Drake. Lalu diikuti dan dipastikanolehtemuan-temuan berikutnya. Az-Zumar 5: Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

d) Matahari berputar di ruang angkasa 150 mil perdetik. Matahari dan bulan ada pada garis edarnya masing-masing. Al-Anbiya`, 33: Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. e) Matahari akan padam setelah periode tertentu Yasin 38: dan matahari berjalan ditempat peredarannya.Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

f) Cahaya bulan adalah pantulan bukan dari dirinya sendiri. Al-Furqan 61: Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. g) Ahli astrofisika menemukan kehadiran kehadiranplasmadanberisi seluruhnya berupa gas yang terionisasi dengan jumlah yang sama dari elektron bebas dan ion positif. Plasma kadangkala disebut juga masalah keempat di samping tiga masalah yang lain, yaitu zat padat, cair, dan gas. Al-Furqan 59: Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) YangMahaPemurah,maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. h) Edwin Hubble memberikan bukti bahwa semua galaksi bersifat mundur satu sama lain. Ini menyatakan bahwa alam semesta memuai. Az-Zariyat 47: Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kamibenar-benarberkuasa (meluaskannya).

 2. Ilmu Fisika

 a) Atom bukanlah partikel terkecil. Ia dapat dibagi lagi. As-Saba`, 3: Dan orang-orang yang kafir berkata: “Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami.” Katakanlah: “Pasti datang, demi Tuhanku Yang Mengetahuiyangghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datangkepadamu.Tidakada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” terjadi di atas lempengan merupakan dasar yang kuat. An-Naba`, 7: . ini dan gunung-gunung sebagai pasak,

b) Pegunungan dengan kuat ditetapkan. Luqman, 10: Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkangunung-gunung(di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.

 3. Geografi

 a) Siklus air dipahami dari rembesan hujan ke dalam celah-celah bumi yang merupakan penyebab fenomena siklus tersebut. Az-Zumar, 21: Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwasesungguhnyaAllah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan- Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnyakekuning-kuningan, kemudiandijadikan-Nyahancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.

 4. Oseanologi

 a) Penghalang antar air tawar dan air asin. Ar-Rahman 20: antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.

b) Kegelapan di kedalaman samudra. An-Nur 40: Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah diadapatmelihatnya,(dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.

 c) Angin memenuhi awan merupakan salah satu teori yang sudah lazim yangf mengakibatkan impregnasi. Angin mendorong awan-awan bersama-sama meningkatkan kondensasi yang menyebabkan petir dan hujan. Al-Hijr, 22: Dan Kami telah meniupkan angin untukmengawinkan(tumbuhtumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.

5. Biologi

a) Semua makhluk hidup dari air. Sitoplasma, unsusr dasar sel terdiri atas 80 % air. Penelitian modern juga mengungkapkan bahwa kebanyakan organisme-organisme terdiri atas 50% sampai 90% air dan setiap kesatuan hidupmemerlukanairuntuk keberadaannya. Al-Anbiya` 30: Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

6. Geologi

 a) Gunung sebagai pasakbumi. Permukaan bumi dipecah menjadi banyak lempengan yang kaku dengan ketebalan sekitar 100 km. lempengan ini mengambang di suatu daerah secaraparsialmelelehdisebut aesthenoshere .Bentukan gunung

 7. Tumbuh Tumbuhan

a) Tumbuhan diciptakan jantan dan betina. 19 Thaha 53: Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalanja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis daritumbuh-tumbuhanyang bermacam-macam. (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. d) Jaring laba-laba merupakan jaring terlemah namun dapat dijadikan sebagai alat pemangsa. Bahkan labalababetinabiasamemangsa pejantannya di jaringnya tersebut Al-Ankabut 41: Perumpamaan orang-orang yang mengambilpelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yangmembuatrumah.Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui. b) Semua berpasangan Az-Zariyat 49: makhluk diciptakan Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.

8. Ilmu Hewan

 a) Binatang dan burung hidup dalam komunitas. Al-An`am 38: Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuany merupkan umat-umat (juga) Seperti Kami. Tidak Satu pun Yang kami luputkan di dalam Kitab, kemudian Kepada Tuhan Mereka Dikumpulkan

b) Semut merupakan binatang yang dapatberkomunikasi.Penelitian menunjukkan bahwasemut menguburkan semut yang mati sebagaimana manusia,memiliki pembagian kerja,saling berkomunikasi,bertukarbarang, menyimpan makanan.

An-Naml 17-18: Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”; b) Ada sejumlahjenisburung menyimpan kode genetik yang dapat melakukan perjalanan panjang tanpa ada pengalaman sebelumnya Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. An-Nahl 79:

9. Pengobatan

a) Madu dapat menyembuhkan sejumlah penyakit. An-Nahl 69: kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam)buah-buahandan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkanbagimanusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

            b) Lebah merupakan binatang yang terorganisir. An-Nahl 68-69: Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam)buah-buahandan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).

  • Sekilas Pendidkan Multikultural Dalam Perspektif Islam

        Wacana multikulturalisme dalam konteks Al-Qur’an adalah mengupayakan pengenalan dan pemahaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam upaya memahami heterogenitas, yakni menerapkan hakekat pendidikan multikultural itu sendiri.[2]

         Pendidikan multikultural juga didasarkan pada keadilan sosial dan persamaan hak dalam pendidikan. Dalam doktrin Islam, ajaran kita tidak boleh membeda-bedakan etnis, ras, dan lain sebagainya. Manusia sama, yang membedakan adalah ketaqwaan kepada Allah SWT. Hal ini ditegaskan dalam Surat Al-Hujurat/49:13. Dalam kaitanya dengan pendidikan multikultural hal ini mencerminkan bagaimana tingginya penghargaan Islam terhadap ilmu pengetahuan. Dalam Islam tidak ada pembedaan dan pembatasan di antara manusia dalam haknya untuk menuntut atau memperoleh ilmu pengetahuan. Kajian ini meninjau pendidikan multikultural tidak terlepas dari keseluruhan dinamika budaya suatu masyarakat. Oleh sebab itu, tinjauan studi kultural harus dilakukan melalui lintas batas (border crossing) yang melangkahi batas-batas pemisah yang tradisional dari disiplin-disiplin dunia akademik yang kaku sehingga pendidikan multikultural tidak terkait pada horizon yang sempit yang hanya melihat pendidikan di sekolah (school education) dan proses pendidikan tidak melebihi sebagian proses transmisi atau reproduksi ilmu pengetahuan kepada generasi yang akan datang.

        Harapan yang tersimpan yaitu terciptanya kedamaian yang sejati, keamanan yang tidak disertai dengan kecemasan, kesejahteraan yang tidak dihantui manipulasi dan kebahagiaan yang terlepas dari jaring-jaring manipulasi rekayasa sosial. Dari deskripsi di atas dapat diambil kesimpulan dasar-dasar pelaksanaan pendidikan multikulturalisme sebagai berikut:

  1. Pendidikan multikulturalisme merupakan sebuah proses pengembangan (developing). Yaitu sebagai suatu proses yang tidak dibatasi oleh ruang, waktu, subjek, objek, dan relasinya. Proses ini biasa dilakukan dimana saja, kapan saja, oleh siapa saja, untuk siapa saja, dan berkaiatan dengan siapa saja.
  2. pendidikan multikulturalisme mengembangkan seluruh potensi manusia, yaitu potensi intelektual, potensi sosialreligius, moral, ekonomi, teknis, kesopanan, dan tentunya potensi budaya.
  3.  Pendidikan multikulturalisme adalah pendidikan yang menghargai heterogenitas dan pluralitas. Pendidikan yang menjunjung tinggi keragaman budaya, etnis, dan aliran agama, yaitu sikap yang sangat urgen untuk disosialisasikan.
  • Konsep Qur’ani Pendidikan Multikulturalisme

         Konsep Qur’ani pendidikan multikultural meliputi lima karakter, yaitu belajar hidup dalam perbedaan, membangun tiga aspek mutual (saling percaya, pengertian, dan menghargai), terbuka dalam berfikir, apresiasi dan interdependensi, serta resolusi konflik dan rekonsiliasi nirkekerasan.

        Dari beberapa karakteristik tersebut, diformulasikan dengan ayat-ayat

al-Qur’an dan tafsir sebagai dalil, bahwa konsep pendidikan multikultural ternyata selaras dengan ajaran-ajaran Islam dalam mengatur tatanan hidup manusia di muka bumi ini, terutama sekali dalam konteks pendidikan.Karekteristik pendidikan multikultural , yaitu: [3]

  1. Belajar Hidup dalam Perbedaan

        Pendidikan selama ini lebih diorientasikan pada tiga pilar pendidikan, yaitu menambah pengetahuan, pembekalan keterampilan hidup (life skill), dan menekankan cara menjadi “orang” sesuai dengan kerangka berfikir peserta didik. Realitasnya dalam kehidupan yang terus berkembang, ketiga pilar tersebut kurang berhasil menjawab kondisi masyarakat yang semakin mengglobal. Oleh karena itu diperlukan satu pilar strategis yaitu belajar saling menghargai akan perbedaan, sehingga akan terbangun relasi antara personal dan intrapersonal. Dalam terminologi Islam, realitas akan perbedaan tak dapat dipungkiri lagi, sesuai dengan firman Allah dalam surat al-Hujurat/47: 13 yang menekankan bahwa Allah SWT. menciptakan manusia yang terdiri dari berbagai jenis kelamin, suku, bangsa yang berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan yang ada di sekitar kehidupan manusia telah tertulis dalam Al-Qur’anul Karim sebagaimana Allah SWT. telah berfirman dalam surat al-Hujurat [49] 13 sebagai Artinya berikut:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS al-Hujurat [49] 13).

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

1. Pandangan atau tinjauan Al-Qur’an tentang pendidikan multikulturalisme pada dasarnya tidak bertentangan dengan ajaran Islam, khususnya Al-Qur’an yang menjadi sumber hukum Islam. Keanekaragaman yang ada justru menjadi kekayaan intelektual untuk dikaji, sebagaimana beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan hal tersebut. Dengan pendidikan multikultural diharapkan setiap individu atau kelompok bisa menerima dan menghargai setiap perbedaan, hidup berdampingan dengan damai dan tenang, sehingga terbentuk sebuah negara dan bangsa yang damai dan sejahtera.

2. Pandangan Al-Qur’an tentang pendidikan multikultural meliputi lima karakter, yaitu belajar hidup dalam perbedaan, membangun tiga aspek mutual (saling percaya, pengertian, dan menghargai), terbuka dalam berfikir, apresiasi dan interdependensi, serta resolusi konflik dan rekonsiliasi nirkekerasan. Dari beberapa karakteristik tersebut, diformulasikan dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan tafsir sebagai dalil, bahwa konsep pendidikan multikultural ternyata selaras dengan ajaran-ajaran Islam dalam mengatur tatanan hidup manusia di muka bumi ini, terutama sekali dalam konteks pendidikan..

3. Islam adalah agama universal yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, persamaan hak dan mengakui adanya keragaman latar belakang budaya dan kemajemukan. Pendidikan multikultural menurut Islam adalah sebuah aturan Tuhan yang tidak akan berubah, juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. Setiap orang akan menghadapi kemajemukan di manapun dan dalam hal apapun. Ungkapan ini menggambarkan bahwa Islam sangat menghargai multikultural karena Islam adalah agama yang dengan tegas mengakui perbedaan setiap individu untuk hidup bersama dan saling menghormati satu dengan yang lainnya.  

4. Kitab suci al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. merupakan landasan pokok agama Islam dalam semua sisi kehidupan umatnya. Al-Qur’an memberikan hujjah dan bukti penjelasan tentang prinsip-prinsip Islam yang menjadi intisari dakwah. Dengan redaksi yang jelas dan akurat

5. Alquran Ayat Qauliyah dan Sains Ayat Kauniyah Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya bahwa Alquran adalah kalam Allah. Ia terdiri dari 6660 ayat yang tersebar di dalam 114 surah dan 30 juzuk. Seluruh ayat-ayat ini merupakan hidayah bagi manusia untuk menuju kebahagiaan dunia akhirat. Sebagai hidayah bagi kehidupan manusia, maka Alquran tentunya tidak hanya menunjuki pada aspek ketuhanan (spritual) semata tetapi juga mencakup aspek temporal (duniawi) manusia. Banyak Terdapat Aspek ilmu Sains di Dalam Al-qu’an.

Daftar Pustaka

Abdullah, Pendidikan Multikultural di Pesantren. Yogyakarta: Disertasi pada Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, 2009.

Agustian, Murniati, Pendidikan Multikultural, Jakarta: Unika Atmajaya, 2015.

Imam Machali dan Musthofa, Pendidikan Islam dan Tantangan Globalisasi (Buah Pikiran Seputar; Filsafat, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya), hal. 267.

Yuyun Suriasumantri, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer (Jakarta: Sinar Harapan, 1998), h. 47. 11

Zubaedi, Telaah konsep Multikulturalisme Dan Implementasinya dalam Dunia Pendidikan, Yogyakarta: Hermenia, Program Pasca Sarjana, 2004, hal.


[1] Yuyun Suriasumantri, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer (Jakarta: Sinar Harapan, 1998), h. 47. 11

[2] Zubaedi, Telaah konsep Multikulturalisme Dan Implementasinya dalam Dunia Pendidikan, Yogyakarta: Hermenia, Program Pasca Sarjana, 2004, hal.

[3] Imam Machali dan Musthofa, Pendidikan Islam dan Tantangan Globalisasi (Buah Pikiran Seputar; Filsafat, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya), … hal. 267.


Bagikan :

Vijian Faiz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Gender dan Lingkungan dalam Perspektif Al-Qur'an

Sun Nov 28 , 2021
Bagikan :more PENDAHULUAN Islam sangat mengedepankan sifat positif terhadap lingkungan, karena lingkungan merupakan makhluk Tuhan yang harus dilestarikan dan tidak boleh dirusak serta dieksploitasi. Sebagaimana Ali Syariati berpendapat bahwa manusia tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan, dikarenakan seluruh realitas yang ada merupakan satu kesatuan, satu kehidupan dan satu tatanan yang memiliki […]