Arti Selembar Kain

Bagikan :

Imam Ghozali [ Dosen STAIN Bengkalis ]

Jika anda Beli kain lalu dibuat tiga jenis barang; Baju, Dasi, dan ( mohon maaf ) “Celana Dalam”, maka akan mempunyai arti yang berbeda-beda. Ketika anda memakai Baju tersebut, akan kelihatan lebih anggun dan terlihat sopan. Ketika anda memakai Dasi, anda akan terlihat lebih berwibawa. Namun saat anda memakai “Celana Dalam” model Spiderman, derajat atau kewibawaan dan kesopanan anda turun sampai nol persen. Padahal Kain tersebut satu jenis, hanya bentuk nya saja yang berbeda, tapi mempunyai implikasi presepsi yang berbeda-beda.

Kain tetap Kain. Tapi ia akan bernilai tergantung apa yang dihasilkan dari Kain tersebut. Ia bisa bernilai puluhan ribu sampai pada jutaan rupiah. Ia akan mempunyai nilai yang beragam tergantung pada presepsi dan kesepakatan seseorang atau  masyarakat baik ditinjau dari sudut moral, nilai estetika, agama ataupun sejarah, semakin dipresepsikan baik dan sakral maka Kain tersebut semakin mempunyai kualitas. Sebaliknya jika dianggap biasa-biasa saja, maka nilai Kain dan barang itupun biasa saja. Sama-sama Kain, walaupun kecil berupa Dasi akan dipakai dan ditaruh di depan dada, dan terlihat menjadi lebih berwibawa ketika dipakai di Perkantoran Bank, dan Perusahaan-Perusahaan. Bahkan bernilai status sosial tinggi. Sebaliknya jika Kain tersebut digunakan untuk “Lap” Meja Makan, maka dia hanya terlihat berguna ketika Meja dan Tangan kotor selelah anda makan.

Kain tetap Kain. Ia akan bernilai sakral jika dipresepsikan mewakili sesuatu yang dianggap sakral dan sangat berharga walaupun orang lain menganggap biasa-biasa saja. Setiap Negara di Dunia mempunyai  Kain Bendera yang berbeda-beda. Negara manapun, baik Negara yang berbasis Agama seperti negara-negara Islam maupun negara-negara sekuler akan menghormati selembar Kain yang disebut Bendera. Bisa jadi harganya hanya sepuluh ribu, tapi saat menjadi Bendera, maka ia bisa lebih berharga dari negara dan jiwa. Siapapun yang menghinanya, maka perang dan mengorbankan nyawa demi menjaga kesucian Bendera akan dilakukan.

Anda boleh berdebat tentang persoalan ini. Anda pun bisa menganggap ini sebuah kelucuan. Boleh-boleh saja. Nyatanya kita adalah makhluk yang lucu. Sama-sama kita punya badan,cuma bentuk saja yang berbeda-beda, ketika kita memegang tangan dan berjabat tangan dianggap sebagai bentuk penghormatan. Tapi saat kita memegang (mohon maaf) pada bagian yang dianggap sensitif oleh kita, maka perkelahian bisa saja terjadi dan kadang berani mengorbankan nyawa. Bukankah anda sering melihat dan mendengar kisah tragis manusia mulai dari orang biasa-biasa saja sampai para Pejabat elit berkelahi, membunuh atau dibunuh gara-gara kesalahan memegang bagian anggota tubuh seseorang yang dipresepsikan oleh masyarakat tersebut sebagai sesuatu yang sakral?.

Negara Arab Saudi, Kuwait, Mesir, Iran, Malaysia, dan Indonesia mempunyai Bendera Negara. Kain ini akan dihormati dan ditempatkan dengan cara yang mulia. Saat pengibaran atau penurunan Bendera, semua negara akan melaksanakan dengan sikap hormat. Sebab ia adalah simbol negara, simbol bangsa dan simbol harga diri kita sebagai warga negara. Ia mempunyai historis yang mendalam sebagai simbol sebuah perjuangan dan pengorbanan dalam mewujudkan suatu kemerdekaan yang telah mengorbankan puluhan ribu ulama, ratusan ribu bahkan jutaan para suhada, santri dan masyarakat para pejuang dalam melawan penjajah yang merampas kekayaan, jiwa dan hak-hak kemerdekaan. Ia telah menyatukan semangat dan patriotisme sebagai bentuk semangat jihad membela dan mempertahankan negara sebagai bentuk nasionalisme. Tanpa adanya kemerdekaan, maka tidak ada agama. Tanpa adanya kemerdekaan, maka agama sangat sulit dilakukan dengan sempurna. Tanpa adanya kemerdekaan dan tidak punya Tanah Air maka tidak ada suatu peradaban.

Ajaran agama secara tertulis berbicara peradaban adalah Islam. Kemerdekaan merupakan pintu mewujudkan cita-cita tersebut. Mewujudkan cita-cita tersebut bagian dari jihad fi sabilillah, itu sebabnya Bendera sebagai simbol suatu eksistensi Negara menjadi penting sebagai wujud rasa nasionalisme, cinta terhadap Tanah Air. Karena itu “hubbul wathan minal iman” mencintai Tanah Air sebagai bagian dari iman adalah ungkapan syukur kepada Tuhan atas anugerah kemerdekaan yang sangat besar. Menghormati Bendera Merah Putih adalah wujud syukur kepada Tuhan atas anugerah besar yang telah diberikan kepada bangsa Indonesia yaitu kemerdekaan. Hal ini sebagaimana yang dicontohkan oleh keluarga Yusuf yang bersujud kepada nya sebagai bentuk syukur dan penghormatan. Atau para Malaikat bersyujud kepada Nabi Adam sebagai wujud ketawadhuan dan penghormatan kepada nabi Adam. Dan hanya  Iblis yang menolak untuk bersujud kepada nabi Adam karena merasa dia lebih hebat dari Nabi Adam.

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang berjenis seperti Iblis yang terlalu miskin jiwa menghormati kepada manusia. Padahal ajaran penghormatan adalah perintah Tuhan. Semoga kita termasuk orang-orang seperti Nabi Adam dan Nabi Yusuf yang senantiasa bersyukur kepada-Nya. Salah satu wujud syukur yaitu menghormati Bendera Merah-Putih, dan bentuk kufur yaitu merendahkan Bendera tersebut. Dan Allah hanya akan mengangkat derajat orang-orang yang bersyukur dan merendahkan derajatnya orang-orang yang kufur.


Bagikan :

Vijian Faiz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI HAK-HAK NARAPIDANA DALAM KASUS PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA

Fri Aug 26 , 2022
Bagikan :moreDarsono [Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Hukum Universitas Islam Riau] Pendahuluan Keadaan seorang narapidana merupakan suatu keadaan yang secara mendasar tidak pernah diinginkan oleh setiap orang, bahkan bagi seorang laki-laki yang telah bekeluarga karena dengan keadaannya sebagai seorang narapidana akan membuat terhalangnya kewajiban seorang suami kepada istrinya, salah satunya ialah […]

Baca Juga