Anak adalah Mutiara Termahal

Bagikan :

Jika sudah berumah tangga, maka anak adalah mutiara termahal yang dimiliki oleh keluarga tersebut. Kehadiran mereka memberikan kebahagiaan melebihi kebahagiaan harta benda lain baik dalam bentuk jabatan atau pun harta kekayaan. Status anak melebihi dari jabatan dan harta benda. Jika kedua keindahan dunia ini hilang, maka hanya anak lah yang tidak hilang. Mungkin ada orang yang kehilangan jabatan, ada juga yang kehilangan kekayaan karena bangkrut atau juga faktor lain yang menyebabkan habis. Namun anak selalu ada dan menjadi penghibur saat seluruh kekayaan habis. Anak dan kebawahnya lagi ada cucu menjadi pengobat rindu dan penghilang rasa letih saat bertemu, bersendau-gurau, bahkan kadang orang tua atau kakek  sengaja membuat “cucu” nya menangis. Tangisannya membuat sang kakek terhibur bahagia. Itulah anak atau cucu selalu menjadi magnet terhebat dalam keluarga.

Memang benar, anak atau cucu sama statusnya dengan jabatan dan harta kekayaan dalam persoalan menimbulkan fitnah. Jadi semua dunia bisa menimbulkan fitnah. Karena sifat dunia demikian, kadang mendatangkan kebahagiaan, kadang juga mendatangkan penderitaan. Banyak peristiwa yang terekam dalam perjalanan sejarah. Mulai dari sejarah masa lalu sampai saat sekarang. Kisah awal kenabian, ada peristiwa Qabil Anak Nabi Adam yang durhaka. Dia tega membunuh saudaranya sendiri, yaitu Habil. Ada juga Kan’an anak dari Nabi Nuh AS. Ada juga, Yahuda dan saudara-saudaranya berani membuang Yusuf dengan cara yang sangat keji. Kisah-kisah serupa sudah terjadi saat sekarang ini lebih dari ribuan peristiwa dengan versi yang beragam.

Namun banyak juga anak yang mendatangkan kebahagiaan untuk kedua orang tuanya. Ada Habil,Nabi Yusuf, Nabi Ismail dan Nabi Muhammad SAW. Kisah-kisah anak sholeh pun terus berlanjut sampai saat sekarang ini. Semua rapi memberikan sumbangsih kebaikan untuk kebahagiaan orang tua, kemaslahatan peradaban, dan memberi kemanfaatan untuk kebesaran agamanya.

Walaupun dalam tataran “keduniaan” kedudukan anak sama dengan harta dan jabatan. Ada yang lebih spesifik kedudukan anak sehingga menjadi berbeda dengan harta kekayaan lain, yaitu anak lahir dari saripati orang tua, sedangkan harta dan jabatan dari keringat orang tua. Perbedaan proses terjadinya membawa bekas yang berbeda-beda. Anak selalu lebih membekas pada diri orang tua ketimbang jabatan dan harta kekayaan. Maka sering kita mendengar kisah orang tua yang mengorbankan seluruh hartanya demi sekolah anak-anaknya atau untuk berobat karena sakit yang parah terjadi pada anak-anaknya. Semua ini terjadi, sebab kehadiran anak adalah bayang-bayang orang tua dalam wujud lain. Asal kejadian anak-anaknya merupakan bahan dari darah dan daging yang mengalir pada dirinya. Itu sebabnya, dalam kondisi apapun anak, orang tua selalu mendoakan yang terbaik buat buah hatinya. Bahkan orang tua yang tidak baik pun selalu menginginkan anak-anaknya menjadi orang baik dan tidak ingin seperti dirinya.

Kenapa demikian?

Paling tidak jika dilihat dari pendekatan agama, satu-satunya orang yang selalu mendoakan kedua orang tua adalah anak-anaknya. Filosofisnya adalah jika orang lain bisa disebut mantan, ada mantan mertua, mantan suami atau istri, maka anak tidak ada mantan sama sekali. Anak tetap anak. Dia cermin dirinya. Itu sebabnya doa anak adalah perwujudan dari hubungan yang tidak bisa dipisahkan sampai meninggal dunia. Oleh karena itu, orang tua selalu memohon agar anak nya menjadi anak yang sholeh. Berkah doa orang tua, maka ketika anak menjadi orang yang sholeh, orang tua pun selalu mendapatkan doa kebaikan dari anak-anaknya.

Itulah kedudukan anak. Dia mutiara yang termahal buat orang tua nya. Menjaga nya agar tidak rusak adalah bentuk pertanggungjawaban terhadap harta yang paling mahal di hadapan Allah SWT. Kewajiban orang tua adalah menjaganya. Ketika semaksimal mungkin telah menjaga, tapi tetap rusak, orang tua tetap mendapat pahala kebaikan, yaitu pahala menjaga anak dengan setulus hati.

Sabtu, 29 Juni 2020

Vijian Faiz


Bagikan :

Vijian Faiz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Cinta Tuhan dalam Wujud yang Berbeda

Mon Jun 29 , 2020
Bagikan :Ketika kita memaknai cinta, selalu yang terbayang adalah wujud yang menyenangkan. Mungkin yang terbayang dalam benak kita seperti kisah Romea dan Juliet, atau Pangeran dan Putri Salju. Tidak ada kesedihan, dan duka nestapa. Yang ada adalah perjalan hidup senantiasa bahagia dan menyenangkan sampai akhir hayat. Coba tanyakan kepada anak-anak […]